DESA SENTRA JAMUR
TEMANGGUNG: Pelaksanaan kegiatan padat karya pembangunan sarana prasarana ekonomi produktif di Kabupaten Temanggung secara keseluruhan telah selesai dilaksanakan pada 17 Juli 2009. Kegiatan yang berbasis pada penyerapan tenaga kerja itu berhasil memberikan penghasilan sementara kepada 54.400 tenaga kerja.
Diharapkan, dengan selesainya pembangunan sarana prasana tersebut masyarakat akan semakin mampu berwirausaha untuk mencari terobosan baru guna menciptakan perekonomian dan tingkat pendapatan keluarga yang semakin mapan.
“ Contohnya ini. Perawatan jamur yang tidak terlalu sulit, hanya butuh menjaga kelembaban tertentu dan dalam skala kecil bisa di budidayakan dirumah, sudah mampu mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit” kata Wakil Bupati Temanggung, Ir. Budiarto,MT, mewakili Bupati pada peresmian Kumbung jamur di desa Gentingsari Kecamatan Bansari yang ditandai pembukaan tirai prasasti. (21/7).
Harapan warga desa Gentingsari Kecamatan Bansari untuk memilki kumbung jamur endibel akhirnya terpenuhi. Sebuah bangunan permanen seluas lebih dari 225 meter persegi berdiri di desa sentra jamur beriklim sejuk itu. Bangunan yang dibuat dalam 40 hari dalam kegiatan padat karya produktif program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja, dan didanai pemeritah dan swadaya masyarakat itu menelan biaya mencapai Rp 122 juta.
Budiarto juga mengharapkan, masyarakat Bansari tidak berhenti berinovasi untuk mencari celah dan potensi baru. “warga harus lebih kreatif dalam membudidayakan jamur endibel. Penjualan tidak hanya dipasarkan berupa jamur namun juga produk lain seperti abon jamur, sarden jamur maupun keripik jamur. Pemerintah akan membantu guna membantu inovasi dan peningkatan produksi." Tambahnya.
" Kami berharap kubungan jamur ini bisa ngrejekeni dan meningkatkan kesejahteraan warga, ini realisasi program pro-rakyat," lanjut Budiarto didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Agus Wahyudi SH, dan Camat Bansari.
Agus Wahyudi SH mengatakan keseluruhan dana kegiatan padat karya di Temanggung pada 2009 ini mencapai Rp 4 miliar untuk 23 lokasi. Sampai 17 Juli 2009, tercatat 20 lokasi telah selesai dengan melibatkan 54.400 warga. 3 lokasi belum direalisasi yakni di kecamatan Kledung, karena warga masih sibuk mengurusi tembakau. Warga baru akan membangun usai tembakau atau sekitar September. Yang belum terealisir yakni kebun kentang, kandang sapi dan pasar desa.
Kades Gentingsari Joko P mengatakan berdasar analisa ekonomis, kumbung jamur yang dibangun mampu menambah pengembangan 12 ribu log (kantong), dengan kuantitras produksi 0,5 kilogram per log dalam kurun 6 bulan. Total panen mencapai 6 ton dengan harga Rp 6.000 per kilogram sehingga pendapatan dalam 6 bulan itu sekitar Rp 36 juta.
" Dengan modal Rp 18 juta untuk pembelian log, maka rata-rata akan menambah peredaran uang sebesar Rp 3 juta per bulan di desa Gentingsari," terangnya.
Desa Gentingsari selama ini dikenal sebagai sentra jamur endibel di Temanggung, namun dalam pengelolaan mayoritas masih tradisional dan belum mengenal analisa usaha atau bisnis modern. Warga, katanya, memerlukan pembinaan yang lebih intens dari pemerintah sehingga mampu bersaing di pasar. (HMS/Sis.).
22.07.2009 11:48:16 Perekonomian
|