BETERNAK SAPI MENJANJIKAN
 BETERNAK SAPI MENJANJIKAN KEUNTUNGAN BESAR TEMANGGUNG, Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi mengemukakan, usaha peternakan sapi menjanjikan keuntungan yang lumayan besar manakala dikelola secara baik dan benar. Dengan demikian melalui kegiatan usaha peternakan warga berpeluang mendapat penghasilan guna meningkatkan kesejahteraannya. Hal itu dikatakan Bupati disela-sela meninjau panen sapi hasil program Inseminasi Buatan ( IB ) di Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Selasa ( 4/8 ) Selain itu juga meninjaun beberapa usaha peternakan sapi milik warga di Desa Klepu dan Desa Sanggarahan Kecamatan Kranggan. Dalam peninjaua tersebut Bupati didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan dr Hewan Wisnu Wihadi dan Camat Kaloran Witarso, S Sos serta Camat Kranggan Drs. Satriya Indra Basuki, S Sos. Usaha peternakan yang ditinjau meliputi budidaya pembibitan sapi Kelompok Tani Ternak Ngudi Makmur Keblukan, Ngudi Raharjo Klepu dan Sumber Makmur Sanggarahan. “Usaha peternakan pembibitan sapi pada dasarnya menjanjikan keuntungan yang lumayan besar, apabila dikelola secara sungguh-sungguh sesuai aturan cara beternak yang benar. Melalui usaha peternakan akan memperoleh keuntungan ganda yakni disamping hewan ternak yang bisa dijual, juga menghasilkan pupuk kandang untuk memupuk berbagai tanaman pertanian“ Ujarnya seraya menambahkan menyambut positif program Inseminasi Buatan, sehingga menghasilkan sapi ungulan seperti simental dan limusin. Menurut Bupati, sektor peternakan merupakan peluang usaha yang memiliki prospek cerah untuk terus dibudidayakan oleh warga masyarakat . Oleh karena itu kepada warga masyarakat khususnya dipedasaan yang saat ini sudah memiliki usaha peternakan seperti sapi dan domba hendaknya terus dikembangkan agar populasinya terus bertambah. Sedang bagi warga yang belum tertarik dibidang peternakan, diharapkan mulai merintis usaha tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan. Sementara itu ketua Kelompok Tani Ternak Ngudi Makmur Rokib menuturkan, usaha pembibitan sapi yang dikelola sebanyak 150 ekor sapi betina. Saat ini sebagian indukan sudah menghasilkan beberapa ekor anak sapi unggulan setelah dikawin suntik/ Inseminasi Buatan. Dikatakan, melihat keberhasilan program Inseminasi Buatan, maka program tersebut terus dikembangkan agar populasi ternak semakin bertambah banyak. “Melalui Inseminasi Buatan, sapi betina cepat bunting dan menghasilkan bibit sapi unggul seperti simental dan limusin. Anakan sapi hasil IB berumur 5 bulan saja laku Rp.5 juta dan yang sudah besar mencapai Rp.15 juta“ tuturnya seraya mengatakan , biaya sekali IB Rp. 50 ribu. Hal senada juga dituturkan Suroso ketua Kelompok Tani ternak Ngudi Raharjo, budidaya ternak sapi yang dilakukan selama ini telah medatangkan keuntungan untuk menambah kesejahteraan. Diungkapkan pada awalnya ternak sapi yang dikembangkan berupa sapi kereman atau penggemukan. Namun dalam perkembangannya dirasakan kurang menguntungkan, sehingga sejak dua tahun lalu beralih menjadi usaha pembibitan. Diungkapkan, jumlah anggota kelompok saat ini ada 30 orang dan indukan sapi betina yang dipelihara semula hanya beberapa ekor saja, namun sekarang sudah berkembang menjadi puluhan ekor. Rata–rata setiap anggota memiliki 2 hingga 4 ekor sapi. “Para anggota memelihara sapi secara bersama-sama dalam kandang kelompok sehingga lebih efektif dan efisien serta secara berkala mendapat pembinaan PPL peternakan. Untuk menghasilkan bibit sapi unggul, semua sapi betina dikawin suntik. Rata-rata anakan sapi berumur 5 bulan bisa terjual seharga Rp. 5 juta” ujarnya.( Hms09/Edy Laks)
06.08.2009 08:16:40 Pertanian dan Perkebunan
|