| Detail berita |
PRODUKSI GENTENG TURUN
 CURAH HUJAN TINGGI, PRODUKSI GENTENG TURUN TEMANGGUNG, Akibat curah hujan yang masih tinggi belakangan ini menyebabkan produksi genteng di Tegowanuh Kaloran Temanggung turun hingga 50 persen. Dengan menurunnya produksi genteng, pendapatan perajin menjadi berkurang jutaan rupiah. Beberapa perajin Selasa (20/7) menuturkan curah hujan tinggi menyebabkan waktu untuk penjemuran genteng menjadi lebih lama. Jika kondisi normal panas matahari cukup biasanya dalam waktu 1 minggu genteng sudah siap dibakar. Namun dengan kondisi saat ini yang masih kerap turun hujan, masa penjemuran menjadi lebih lama hingga 2 minggu baru siap dilakukan pembakaran. Dengan bertambahnya tenggang waktu masa penjemuran maka otomatis jumlah produksi genteng turun hingga 50 persen. Jika pada saat cuaca panas cukup, para perajin dalam satu bulan bisa melakukan pembakaran 2 kali, namun sekarang karena hujan masih tinggi paling hanya sekali. Dalam satu kali pembakaran perajin membakar sebanyak 7000 buah dalam satu tobong. Harga jual genteng ditempat satu buahnya berkisar antara Rp.500 hingga Rp.700, tergantung jenis dan kualitas genteng. Dengan demikian dalam satu kali pembakaran, pendapatan perajin mencapai Rp. 4.900.000. “Jika sebelumnya dalam sebulan bisa membakar dua kali maka pendapatan mencapai Rp.9.800.000, namun karena hanya bisa membakar sekali pendapatan perajin hanya Rp.4.900.000. Sedang biaya operasional sekali pembakaran Rp.3.500.000 sehingga pendapatan bersih Rp.1.400.000“, tutur Mansyur salah seorang perajin ( Hms10/Edy Laks ) .
21.07.2010 12:03:50 Perekonomian
|
| |
|
Untitled Document
|
Untitled Document
|